PAPUABARAT PUSARAN ONLINE-PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Papua dan Papua Barat bersama Kementerian Pekerjaan Umum memanfaatkan Fly Ash and Bottom Ash (FABA) dari PLTU Holtekamp sebagai material pendukung pembangunan Gedung Sekolah Rakyat di Distrik Skouw, Kota Jayapura, Papua.
Manager PLN UPK Papua dan Papua Barat Nova Ardyanto di Jayapura, Jumat, mengatakan kerja sama tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi PLN dalam memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat, tidak hanya melalui penyediaan listrik yang andal.
“Jadi pada Senin (31/8) kami bersama Kementerian PU telah melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terkait pemanfaatan material hasil samping pembakaran batu bara,” katanya.
Menurut Nova, apalagi pada momentum Hari Pelanggan Nasional ini, pihaknya ingin menunjukkan bahwa pelayanan PLN tidak hanya diwujudkan melalui keandalan pasokan listrik, tetapi juga melalui kontribusi nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
“Untuk itu FABA PLTU Holtekamp akan dimanfaatkan sebagai material subgrade atau lapisan tanah dasar pada lahan pembangunan Gedung Sekolah Rakyat di kawasan perbatasan RI-Papua Nugini (PNG),” ujarnya.
Dia menjelaskan pemanfaatan FABA merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan material hasil samping pembangkitan agar memiliki nilai guna sekaligus mendukung pembangunan infrastruktur di Papua.
Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Papua Abdul Hasyim mengatakan penggunaan FABA dalam pembangunan harus tetap mengacu pada kajian dan persyaratan teknis yang berlaku.
“Melalui kerja sama ini, kami berupaya memastikan pemanfaatan FABA dilakukan berdasarkan kajian dan persyaratan teknis yang tepat, dengan tetap memperhatikan aspek kualitas, keselamatan konstruksi, dan lingkungan,” katanya.
Menurut Abdul, oleh sebab itu kolaborasi PLN dan Kementerian Pekerjaan Umum tersebut dapat mendukung pembangunan Gedung Sekolah Rakyat secara efektif serta menghadirkan fasilitas pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan bagi masyarakat Papua.
“Kolaborasi ini sekaligus menjadi bentuk sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan fasilitas pendidikan strategis, khususnya Gedung Sekolah Rakyat di wilayah perbatasan RI-PNG,” ujarnya.***










