Cinta saja tak cukup untuk melangkah ke pelaminan. Di Manokwari, setiap calon pengantin kini diwajibkan melewati proses Bimbingan Pra Nikah dan penguatan Aplikasi Elsimil (Elektronik Siap Nikah dan Hamil), sebagai upaya mencetak keluarga tangguh, sehat, dan bebas stunting, Selasa (14/10/25) bertempat di KUA distrik Manokwari Barat.
Program ini digagas oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Papua Barat bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Distrik Manokwari Barat. Kegiatan tersebut menyasar pasangan calon pengantin (Catin) dengan tujuan membekali mereka kesiapan lahir dan batin sebelum membangun rumah tangga.
“Pernikahan bukan hanya soal cinta, tapi kesiapan mental, ekonomi, dan kesehatan. Karena keluarga yang tangguh berawal dari pasangan yang siap,” ujar Purnomo, Kepala KUA Distrik Manokwari Barat, yang turut menjadi pemateri dalam sesi bimbingan mental dan spiritual bertema Mewujudkan Keluarga Sakinah.
Kegiatan ini menghadirkan penyuluh KB, tenaga kesehatan, serta penyuluh agama sebagai fasilitator lintas sektor. Peserta mendapat materi tentang kesehatan reproduksi, manajemen konflik rumah tangga, dan peran pasangan dalam mencegah stunting sejak pra-kehamilan.
Selain itu, 5 calon pengantin juga diperkenalkan dengan Aplikasi Elsimil, inovasi digital BKKBN yang menjadi alat deteksi dini kesiapan menikah dan hamil. Melalui aplikasi ini, setiap pasangan dapat memantau kondisi kesehatannya, mendapatkan edukasi interaktif, serta menerima rekomendasi intervensi bila ditemukan faktor risiko yang dapat memengaruhi kesiapan berumah tangga.
Menurut Ita Rahmawati, perwakilan BKKBN Papua Barat, pendekatan ini merupakan bagian dari strategi nasional percepatan penurunan stunting berbasis keluarga. “Kita ingin memastikan setiap calon pengantin sudah siap secara fisik dan mental, sehingga generasi berikutnya lahir sehat dan berkualitas,” tegasnya.
Dengan langkah ini, KUA Manokwari Barat bukan hanya menjadi tempat pencatatan nikah, tetapi juga pusat pembentukan keluarga berketahanan. Sebuah langkah nyata mewujudkan visi Kemenag dan BKKBN dalam membangun generasi emas Papua Barat yang berkarakter, sehat, dan berdaya saing.










