Umat Katolik Paroki Imanuel Sanggeng, Manokwari, merayakan momen bersejarah dengan dilaksanakannya pemberkatan dan peletakan batu pertama pembangunan pastoran baru. Acara yang berlangsung di lokasi Gereja Katolik Imanuel Sanggeng ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Papua Barat, Luksen Jems Mayor, dan Pembimas Katolik, Hugo Rizal Wisnugroho. Turut hadir pula perwakilan dari Pj. Gubernur Papua Barat, Bupati Kabupaten Manokwari, Ketua DPR Papua Barat, Ketua MRP Papua Barat, para pastor, pimpinan komunitas biarawan-biarawati, serta tokoh masyarakat dan donatur.
Pemberkatan dilakukan oleh Uskup Keuskupan Manokwari-Sorong, Mgr. Hilarion Datus Lega. Dalam sambutannya, Mgr. Hilarion menekankan pentingnya memiliki sarana dan prasarana yang memadai sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan rohani. “Pembangunan ini bukan hanya menambah aset fisik, tetapi juga memperkuat fondasi keuskupan dalam melayani umat dengan lebih baik dan lebih leluasa. Semua ini dilakukan demi kemuliaan nama Tuhan dan untuk kesejahteraan bersama,” ungkapnya. Mgr. Hilarion juga memberikan apresiasi kepada Father Philip, pastor Paroki Imanuel Sanggeng, atas dedikasi dan tanggung jawab yang luar biasa dalam mendampingi umat.
Father Philip dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas dimulainya pembangunan pastoran ini. Ia menyatakan bahwa pastoran baru ini akan menjadi pusat kegiatan rohani, pendidikan iman, serta pelayanan kepada berbagai kalangan, termasuk pemuda, anak-anak, dan lansia. “Hari ini adalah hari penuh syukur dan sukacita. Pastoran ini tidak hanya akan menjadi tempat kegiatan sehari-hari, tetapi juga tempat pembinaan rohani bagi seluruh umat,” ujar Father Philip. Ia juga mengajak seluruh umat untuk terus mendukung pembangunan ini dengan doa dan kontribusi nyata.
Pembangunan pastoran ini merupakan langkah penting bagi Paroki Imanuel Sanggeng dalam memperkuat pelayanan rohani kepada umat. Father Philip juga berharap pastoran ini dapat menjadi berkat bagi banyak orang, serta memperdalam iman dan memberdayakan pelayanan di paroki tersebut. Ia mengakhiri sambutannya dengan memohon dukungan dari pemerintah provinsi dan kabupaten untuk terus membangun iman umat, baik secara fisik maupun spiritual.
Acara ini menandai dimulainya pembangunan pastoral yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan rohani umat dan menjadi simbol gotong royong serta kerja keras seluruh komunitas Katolik di Manokwari.(as)